Ubisoft Batalkan Prince of Persia: The Sands of Time Remake dan Lima Gim Lain

(Update Industri Game Global)
Kabar kurang sedap datang dari Ubisoft. Publisher raksasa asal Prancis ini resmi membatalkan enam gim yang tengah dikembangkan, termasuk proyek yang sudah lama dinanti para gamer: Prince of Persia: The Sands of Time Remake.
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari restrukturasi besar-besaran yang sedang dilakukan Ubisoft demi menata ulang arah bisnis mereka ke depan. Bagi komunitas gamer, terutama fans Prince of Persia, ini jelas jadi pukulan telak—karena remake tersebut sudah “menggantung” hampir lima tahun sejak trailer pertamanya dirilis.

Restrukturasi Besar Jadi Alasan Ubisoft Batalkan Enam Gim

Mengutip laporan dari Push Square, Ubisoft mengonfirmasi bahwa selain Prince of Persia: The Sands of Time Remake, ada lima proyek lain yang ikut dibatalkan, terdiri dari:

  1. Satu gim yang belum diumumkan ke publik
  2. Tiga IP baru yang masih dalam tahap awal pengembangan
  3. Satu gim mobile

Tak berhenti di situ, Ubisoft juga mengungkap bahwa tujuh gim lainnya mengalami penundaan rilis, meski mereka tidak merinci judul-judul yang terdampak. Ini memperkuat sinyal bahwa perusahaan sedang benar-benar “menarik rem darurat” untuk mengefisiensikan biaya dan fokus ke proyek yang dinilai paling potensial secara bisnis.

Prince of Persia Remake: Penantian Panjang yang Berujung Batal

Pembatalan Prince of Persia: The Sands of Time Remake terasa paling menyakitkan. Proyek ini pertama kali diumumkan sekitar lima tahun lalu, namun terus mengalami penundaan dan pergantian studio pengembang.

Banyak fans berharap remake ini bisa menghidupkan kembali kejayaan Prince of Persia dengan sentuhan modern. Sayangnya, harapan tersebut kini resmi pupus. Bagi komunitas gamer, ini jadi contoh nyata bagaimana proyek AAA sekalipun bisa tumbang di tengah tekanan industri yang semakin brutal.

Pernyataan Resmi CEO Ubisoft

Menanggapi keputusan besar ini, Yves Guillemot, Founder & CEO Ubisoft, menyampaikan bahwa industri game AAA kini semakin selektif dan kompetitif.

Ia menekankan dua poin penting:

  • Biaya pengembangan game AAA semakin tinggi dan risikonya makin besar
  • Namun, game AAA yang benar-benar sukses punya potensi finansial jauh lebih besar dari sebelumnya

Karena itu, Ubisoft melakukan penataan ulang model operasional dan memutuskan untuk fokus pada dua pilar utama:

  1. Open World Adventures
  2. Game as a Service (GaaS) / Live Service

Secara strategis, langkah ini masuk akal—terutama jika melihat tren industri saat ini yang semakin condong ke game open-world berskala besar dan live service dengan umur panjang.

Pengaruh Investasi Tencent?

Keputusan Ubisoft ini juga tak lepas dari sorotan terhadap investasi besar dari Tencent, yang dikabarkan menanamkan dana sekitar €1,16 miliar (± Rp22,9 triliun). Walau tidak disebutkan secara eksplisit, banyak analis menilai arah fokus Ubisoft ke open-world dan GaaS sejalan dengan ekspektasi investor besar yang mengincar pertumbuhan jangka panjang dan pendapatan berulang.

Dampak untuk Gamer dan Industri

Bagi gamer, pembatalan ini jelas mengecewakan. Namun dari sisi bisnis, langkah Ubisoft bisa dilihat sebagai upaya bertahan dan beradaptasi di tengah kondisi industri game global yang makin kompetitif.

Di tengah kabar besar seperti ini, gamer Indonesia biasanya juga mencari hiburan alternatif—mulai dari update game terbaru, esports, hingga konten hiburan lain yang lagi ramai. Tak heran kalau keyword seperti IGPLAY Situs Mahjong belakangan ikut banyak dicari, seiring meningkatnya minat pengguna pada platform hiburan digital yang praktis dan mudah diakses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *